Rabu, 28 Mei 2014

Dampak Positif, Negatif, dan Manfaat Teknologi

Dampak Positif & Negatif Perkembangan Teknologi Informasi
#Perkembangan Teknologi
Perkembangan Teknologi Informasi sudah sedemikian pesatnya sehingga sulit bagi kita untuk mengontrolnya. Hampir setiap detik produk Teknologi Informasi tercipta di seluruh belahan dunia.
Kita patut mengapresiasi perkembangan Teknologi Informasi ini karena tentunya akan semakin membantu kehidupan manusia. Dampak positif dan negatif pemanfaatan IT sudah pasti ada dan sudah sewajarnya kita mewaspadai hal ini.
Ø  Berikut ini beberapa hal yang menjadi dampak positif perkembangan Teknologi Informasi :
1.      Mempermudah dan mempercepat akses informasi yang kita butuhkan.
2.      Mempermudah dan mempercepat penyampaian atau penyebaran informasi.
3.      Mempermudah transaksi perusahaan atau perseorangan untuk kepentingan bisnis.
4.      Mempermudah penyelesaian tugas-tugas atau pekerjaan.
5.      Mempermudah proses komunikasi tidak terhalang waktu dan tempat.

Ø  Sementara itu dampak negatif perkembangan Teknologi Informasi antara lain :
1.      Isu sara, kekerasan dan pornografi menjadi hal yang biasa.
2.       Kemudahan transaksi memicu munculnya bisnis-bisnis terlarang seperti narkoba dan produk black market atau ilegal.
3.      Para penipu dan penjahat bermunculan terutama dalam kasus transaksi online.
4.       Munculnya budaya plagiarisme atau penjiplakan hasil karya orang lain.
            Semua kebijakan atau suatu perkembangan pasti diikuti sisi positif dan negatif termasuk dalam perkembangan Teknologi Informasi dalam kehidupan kita dan hendaknya kita sendiri yang mewaspadai fenomena yang terjadi supaya bisa meminimalisir sisi yang negatif. “Pengaruh, Manfaat, Dampak Negatif dan Positif Teknologi Informasi Bagi Masyarakat “



#Memandang Positif dan Negatifnya Teknologi informasi
Masalah dampak positif dan negatif teknologi, semua hal apapun pasti ada dampak negatif dan dampak positif, namun semua itu  kembali pada para penggunanya, bagaimana cara mereka memanfaatkannya,bagi di kalangan pemula orang yang hidup di daerah yang jauh dari wadah teknologi, dalam hal ini adalah di pedesaan, mereka berasumsi bahwa teknologi ini hanya semata – mata membantu manusia melakukan komunikasi jarak jauh dan hal-hal yang positif lainnya.
Tetapi bagi para pengguna teknologi, mereka benar tahu kalau teknologi itu bisa membuat orang bisa terjerumus dalam hubungan seksual,  ini diakibatkan karena salah menggunakan teknologi (Internet).
Media terknologi yang makin berkembang ialah wadah untuk membatu memberikan informasi dan pengetahuan yang berkembang. seperti maraknya dunia bloging, forum komunitas-komunitas, membuat group di facebook, yang masing-masing menonjolkan kemampuan dan kereatifitas mereka di dunia maya.
Manfaat secara positif kemajuan teknologi itu sendiri memberikan value yang tidak terbatas, media layanan E-mail dan website membantu kita berhungan di penjuru Negara manapun untuk berkomuniskasi baik itu urusan bisnis, perkantoran ataupun pribadi.
Namun, masalah lain yang lebih urgen yang berkaitan dengan perkembangan media teknologi itu sendiri ialah Dunia maya. Dunia maya sebagai gudang informasi dan ilmu pengetahuan, namun tidak semua hal positif kita dapat disini. Seperti kita ketahui bersama, di saat sekarang ini banyak sekali anak umur 9-12 tahun telah menyaksikan materi pornografi, yang di akses dari internet.
Hal yang membuat aku perhatin terhadap perkembangan teknologi sekarang ini adalah banyaknya kasus bugil di depan kamera. Inilah sisi negatif lain dari kemajuan tenknologi.
Dengan jumlah 231 juta penduduk Indonesia, inilah yang harus kita sadari bahwa kemajuan terknologi berdampak baik dan buruknya. Dan kita tidak bisa di katakan belum siap menerima kemajuan itu sendiri, karena mau tidak mau perkembangan dunia tekonologi yang sudah menjadi kebutuhan kelengkapan aktifitas.
Hanya mengenai kendala SDM yang belum merata merupakan pekerjaan rumah bangsa ini, tantangan dalam penguasaan bahasa asing merupan hal pokok kunci menguasai teknologi itu sendiri.
Kalau penguasaan bahasa itu tinggi maka kita akan menjadi bagian dari dikurs global, tetapi kalau penguasaannya rendah ini adalah masalah. Memandang positif dan negatif kemajuan teknologi, bagi bangsa Indonesia.
Control secara internal mulai dari keluarga untuk mengenalakan dan mengawasi anak didik dari dampak negatif itu sendiri, dan pemerintah khususnya badan-badan yang berwenang menangani untuk mengambil langkah tepat untuk mengurangi dampak dari kemajuan sisi buruk teknologi itu sendiri.
Kian pesatnya kemajuan teknologi jangan kita jadikan hantu bumerang untuk kita tidak berani terbuka dan maju.peran penting bangsa elemen-elemen pemerintah, masyarakat dan keluarga adalah payung untuk menghindari dan mengurangi dampak negatif media itu sendiri.
#Media Teknologi
1.      Internet
Internet merupakan jaringan teknologi yang sedang berkembang pesat di era globalisasi ini. Internet adalah jaringan komputer yang terhubung secara internasional dan tersebar di seluruh dunia. Jaringan ini meliputi jutaan pesawat komputer yang terhubung satu dengan yang lainnya dengan memanfaatkan jaringan telepon (baik kabel maupun gelombang elektromagnetik).
Jaringan jutaan komputer ini memungkinkan berbagai aplikasi dilaksanakan antar komputer dalam jaringan internet dengan dukungan software dan hardware yang dibutuhkan. Untuk bergabung dalam jaringan ini, satu pihak (dalam hal ini provider) harus memiliki program aplikasi serta bank data yang menyediakan informasi dan data yang dapat di akses oleh pihak lain yang tergabung dalam internet.
Pihak yang telah tergabung dalam jaringan ini akan memiliki alamat tersendiri (bagaikan nomor telepon) yang dapat dihubungi melalui jaringan internet. Provider inilah yang menjadi server bagi pihak-pihak yang memiliki personal komputer (PC) untuk menjadi pelanggan ataupun untuk mengakses internet. Sejalan dengan perkembangan zaman, kemajuan teknologi internet juga semakin maju. Informasi dikatakan positif apabila bermanfaat untuk penelitiaan.
Ø  Ada beberapa hal yang Merubah kehidupan masyarakat dari lahirnya internet :

1.      Dunia Usaha
Mungkin sebelum lahirnaya Internet, orang-orang sulit mendapatkan informasi ataupun membuka lapangan pekerjaan, tp dengan adanya internet ini, banyak pengusaha-pengusaha baru yang lahir dan berkembang dan jenis perdagangan yang muncul dari internet.
2.      Semua bisa menjadi sumber informasi
Pada saat ini, setiap orang dapat dengan mudah untuk menjadi sumber ataupun mencari sumber informasi, karena tak terbatasnya jaringan komputer yang terkoneksi dengan komputer lain.
3.      Kejahatan baru
Para ahli hukum harus bekerja lebih keras dalam mendeskripsikan suatu kesalahan seseorang karena kejahatan yang dilakukan melalui internet belum dapat didefinisikan, contoh seorang Cracker (Hacker dalam pengertian negatif..red) mengambil data orang lain. Apakah dia dapat dikategorikan penjahat/maling? Padahal kalau maling harus ada saksi dan bukti. Dan masih banyak contoh lain yang sering kita temui
2.      Komputer
Komputer dan masyarakat (computers in civilization) merupakan salah satu mata kuliah yang diajarkan pada fakultas komputer, mengapa komputer dihubungkan dengan masyarakat? mengapa bukan teknologi informasi yang dibahas?
John Preston orang yang mempopulerkan tema ini dalam bukunya Computer in a Changing Society dijelaskan bahwa teknologi informasi (TI) sekarang ini identik dengan komputer, bicara TI maka pasti berhubungan dengan komputer.
Namun terlepas dari itu, komputer dan masyarakat merupakan sebuah studi tentang bagaimana pemanfaatan komputer di berbagai aspek kehidupan di masyarakat (sosial komputer), bagaimana komputer memberi pengaruh, bahkan membentuk budaya atau tren baru.
Ø  Berikut ini adalah beberapa contoh bagaimana komputer digunakan dalam bidang yang sering dijumpai di masyarakat :

·         Dalam Bidang Kesehatan
1.      Mendiagnosa Pasien
Komputer dapat digunakan untuk menghasilkan foto yang lebih baik dari tubuh pasien. Sinar-X adalah teknik tradisional yang merekam bayangan dua dimensi dari tulang pada film. Computerized Axial Tomography, juga dikenal sebagai CAT scan, adalah serangkaian gambar sinar-X dua dimensi yang digabungkan dengan komputer untuk mendapatkan gambar tiga dimensi.
2.      Rekam Medis
Setiap kali kita mengunjungi seorang dokter atau pergi kerumah sakit dan setiap kali kita mengisi formulir, informasi tentang kunjungan kita dan obat (resep) yang kita terima akan menjadi bagian dari satu atau lebih database tentang sejarah kesehatan pribadi kita. Dibeberapa kantor praktik dokter, diagnosis dicatat pada kertas file folder sedangkan kantor praktik lainnya mencatatnya pada komputer.
Pelayanan kesehatan berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) computer, banyak mendapatkan perhatian Dunia. Di sini Aku akan mencoba menuliskan bagaimana sebenarnya e-Health ters tersebut dan bagaimana implikasi teknologi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan.
Pengertian e-Health sendiri secara luas dapat bermakna bidang pengetahuan baru yang merupakan persilangan dari informasi medis, kesehatan public, dan usaha, berkaitan dengan jasa pelayanan dan informasi kesehatan yang dipertukarkan atau ditingkatkan melalui saluran internet dan teknologi berkaitan dengannya (Gunter Eysenbach, J Med Internet Res 2001; 3(2): e20).
Dalam pengertian lebih luas, e-Health dapat diartikan sebagai tidak hanya pengembangan teknologi pelayanan kesehatan, namun juga mencakup pengembangan sikap, perilaku, komitmen dan tata cara berpikir untuk mengembangkan pelayanan kesehatan dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi.

Mengembangkan layanan e-Health akan membantu pihak-pihak penyedia layanan kesehatan termasuk pemerintah untuk mencapai hal tersebut di atas. E-Health akan memberikan kesempatan kepada semua pihak untuk melakukan kolaborasi, pengumpulan dan analisa data kesehatan yang melampaui batasan fisik dan waktu.
Sebagai contoh, e-Health dapat diterapkan untuk membantu pemerintah mengembangkan program yang membantu dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya saling bertukar infomasi secara elektronik, mengambil data rekam medis pasien kapan dan dimana diperlukan, dan melakukan kolaborasi dengan memberi layanan jasa kesehatan lainnya secara real time melalui internet. Layanan kesehatan seperti ini akan memberikan banyak sekali penghematan dari sisi biaya dokumen dan administrasi layanan dan memberikan keuntungan pemberian keputusan layanan kesehatan yang terbaik kepada pasien dengan lebih cepat.
·         Dalam Bidang Keuangan
Komputer sangat cocok saat kita bekerja dengan angka-angka. Salah satu penggunaan awal komputer adalah menghitung, baik penjumlahan, pengurangan, pembagian, matriks, mengerjakan rumus, diferensiasi, dll. Komputer dapat dengan cepat dan akurat menghitung kembali ratusan rumus dalam satu waktu. Bahkan komputer mampu mengelola angka-angka menjadi grafik yang cukup memakan waktu bila dikerjakan dengan cara konvensional (tanpa komputer) program komputer yang biasa mengolah angka disebut spreadsheet.
·         Dalam Bidang Manajemen Proyek
Proyek-proyek yang kompleks melibatkan banyak kelompok yang berbeda-beda, yang harus dikoordinasi dan dikelola. Aktifitas-aktifitas yang dikenal sebagai tugas (task) sering saling tergantung dan penundaan atau perubahan pada suatu tugas mempengaruhi tugas lainnya. Komputer dapat digunakan untuk secara otomatis memperbarui bagian-bagian tersebut ketika data yang diolah berubah. Intinya, pengelolaan proyek yang kompleks tersebut, disederhanakan dan disusun teratur oleh komputer.
·         Dalam Bidang Pendidikan
Pendidikan saat ini dapat secara signifikan dipengaruhi oleh penggunaan komputer untuk melakukan kegiatan belajar jarak jauh. Jika siswa dan guru menggunakan komputer atau internet pada waktu yang sama, ini disebut pertemuan kelas sinkronus. Jika siswa dan guru mengirim pesan dan bertukar informasi pada waktu.
Yang berlainan, kelas ini disebut asinkronus. Istilah pendidikan jarak jauh sudah umum digunakan karena metode ini populer untuk mengajar banyak orang di area yang tersebar. Model pendidikan ini juga populer diantara siswa yang punya jadwal kerja padat dan berlokasi pada jarak yang jauh
Ketika seseorang atau suatu kelompok ingin mengkomunikasikan sebuah gagasan kepada orang lain, hal itu sering kali dapat dilakukan secara efektif dalam sebuah pertemuan dimana presenter menggunakan alat visual untuk menyampaikan pemikirannya. Dulu, orang-orang mempersiapkan transparansi yang diproyeksikan pada sebuah layar sementara presenter berbicara.
Komputer biasa digunakan untuk mengatur gambar dan teks dan memproyeksikannya pada sebuah layar dalam proses yang sangat serupa. Presentasi dengan menggunakan komputer dapat disusun, diedit, disalin, dan didistribusikan dengan jauh lebih cepat ketimbang presentasi menggunakan transparansi.
3.      Televisi
Televisi merupakan sarana hiburan, tampaknya memang memberikan hal positif dan negatif bagi kehidupan. Namun, Anda juga harus mewaspadai adanya pengaruh buruk televisi, terutama bagi anak kecil dan remaja. Pada zaman sekarang, televisi pastilah bukan hal asing lagi bagi anda. Sebagian besar masyarakat Indonesia pun tentu memiliki televisi di rumah. Saat ini, televisi menjadi salah satu hiburan utama. Tak hanya hiburan, televisi bisa menjadi media informasi yang menyajikan beragam berita, baik dari dalam maupun luar negeri
Bagi orang dewasa, dampak positif dan negatif mungkin tidak akan terlalu dirasakan. Namun hal ini tentu sangat berpengaruh pada perkembangan anak kecil, karena anak kecil atau remaja masih Memiliki jiwa atau psikis yang belum stabil.
·         Dampak Positif Televisi :
Dalam hal penyajian berita, televisi umumnya selalu up to date, mampu menyajikan berita terbaru langsung dari lokasi kejadian. Hal ini tentu akan membuat Anda tidak ketinggalan informasi dan memberikan wawasan yang cukup luas pada Anda secara cepat.
Bila televisi menyajikan acara-acara yang berhubungan dengan pendidikan, hal ini tentu sangat berguna bagi para pelajar. Seorang pelajar bisa mengambil manfaat berupa informasi pendidikan dari acara televisi tersebut.
Salah satu pengaruh positif televisi adalah Anda bisa menyegarkan otak dengan menonton beragam tayangan hiburan yang disajikan oleh stasiun televisi. Mulai dari acara kuis, film, sinetron, atau hiburan-hiburan yang lain. Televisi banyak menampilkan tokoh-tokoh yang memiliki pengaruh, baik dalam dunia pendidikan, dunia usaha, hiburan, atau yang lainnya. Figur-figur yang ditampilkan dalam televisi ini bisa memicu anda untuk mencontoh kesusesan mereka.
·         Dampak Negatif Televisi
Pengaruh negatif televisi yang paling utama adalah membuat Anda lupa waktu. Bila sudah menonton televisi, Anda mungkin akan merasa malas untuk melakukan suatu pekerjaan.
Bagi pelajar, pengaruh negatif televisi yang satu ini tentu sangat merugikan, karena mereka bisa saja akan lupa untuk belajar. Banyaknya acara-acara yang tidak mendidik di televisi bisa mempengaruhi kejiwaan seorang anak.
Film kekerasan atau berita kriminal adalah beberapa acara yang tidak patut ditonton oleh anak kecil maupun remaja. Mereka bisa saja meniru adegan kekerasan atau tindak kriminal yang mereka tonton di televisi. Televisi mampu meningkatkan daya konsumtif masyarakat. Di televisi, banyak sekali iklan-iklan yang menyajikan berbagai barang. Baik orang dewasa maupun anak kecil, siapapun bisa menjadi korban iklan televisi.
4.      Handphone
Handphone pastilah bukan hal asing lagi bagi anda. Sebagian besar masyarakat Indonesia pun tentu memiliki handphone . Saat ini, handphone menjadi salah satu alat berkomunikasi . Namun, Anda juga harus mewaspadai adanya pengaruh buruk (dampak negatif) Pada zaman sekarang,tapi juga jangan cemas karen pasti ada dampak positif juga menggunakan handphone.
·         Dampak Positif Handphone :

1.      Mempermudah komunikasi kita.
2.      Menambah pengetahuan tentang perkembangan teknologi.
3.       Memperluas jaringan persahabatan.
4.      Fitur- fitur yang tersedia seperti jam beker,membantu kita untuk banggun dengan tepat waktu.

·         Dampak Negatif :
1.      Bermain game saat guru menjelaskan pelajaran merupakan bukti nyata bahwa HP mudah mengalihkan perhatian peserta didik terhadap pelajaran.
2.      Mengganggu Perkembangan Anak : Fitur-fitur yang tersedia di HP seperti : kamera, games, gambar, dan fasilitas yang lain, mudah mengalihkan perhatian siswa dalam menerima pelajaran di sekolah (kelas). Siswa mudah disibukkan dengan memanggil atau menerima panggilan, sms, miscall dari teman mereka bahkan dari keluarga mereka sendiri. Lebih parah lagi dengan HP dapat untuk melakukan kecurangan dalam ulangan. Dengan HP peserta didik dapat mudah mengirim atau menerima baik tulisan maupun gambar yang tidak senonoh dan tidak selayaknya dikonsumsi pelajar. Kalau hal tersebut dibiarkan, maka peserta didik akan dewasa sebelum waktunya, dan peserta didik yang kita hadapi merupakan peserta didik yang taat dan patuh pada permainan teknologi HP.
3.      Efek radiasi; Selain berbagai kontroversi seputar dampak negatif penggunaannya, penggunaan HP juga berakibat buruk bagi kesehatan dan perkembangan anak. Aktifitas bermain dan berolah raga digantikan dengan aktifitas duduk dan tersenyum-senyum. Maka ada baiknya jika orangtua atau wali peserta didik lebih hati-hati dan bijaksana dalam menyetujui anaknya menggunakan atau memilih HP, khususnya bagi pelajar yang masih anak-anak. Jika tidak sangat diperlukan, sebaiknya anak-anak jangan dulu diberi kesempatan menggunakan HP secara permanen.
4.      Rawan terhadap tindak kejahatan. Tidak jarang pelajar ber HP merupakan salah satu target utama dari penjahat.
5.      Sangat berpotensi mempengaruhi sikap dan perilaku siswa. Jika tidak ada kontrol dari guru dan orang tua.HP bisa untuk menayangkan gambar-gambar yang berbau porno yang sama sekali tidak layak dikonsumsi oleh pelajar.
6.      Pemborosan yang sia-sia.

7.      Dengan mempunyai atau menggunakan HP tidak seperlunya, maka pengeluaran jelas akan bertambah.

Selasa, 27 Mei 2014

Paper Tentang Multikulturalisme



Paper Pancasila dan Kewarganegaraan
Multikulturalisme


                       





Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Pancasila dan Kewarganegaraan




Disusun :
Vita Asrini
14130276
2 PIK 5



KATA PENGANTAR
           
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan paper yang berjudul “Multikulturalisme.”
           
Adapun tujuan penyusunan paper ini yaitu untuk memenuhi salah satu tugas dari mata kuliah Pancasila dan Kewarganegaraan.

Penulis menyadari bahwa paper ini jauh dari kata sempurna dan banyak kekurangan sehingga membutuhkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna menyempurnakan penulisan paper ini.
            Semoga paper ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan para pembaca pada umumnya.





Jakarta,  Maret 2014
                                                                                      

Penulis












i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................................................i
DAFTAR ISI......................................................................................................................................ii
BAB I Isi
1.1. Multikulturalisme...............................................................................................1-3
1.2. Praktek Multikulturalisme Di Lingkungan Sekitar.............................................3
1.3. Hambatan-hambatan Multikulturalisme.............................................................4-5
1.4. Sikap yang Diperlukan Untuk Mendukung Multikulturalisme..........................5-6

DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................................7















ii
Bab I
Isi

1.1  Multikulturalisme

Multikulturalisme adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pandangan seseorang tentang ragam kehidupan di dunia, ataupun kebijakan kebudayaan yang menekankan tentang penerimaan terhadap adanya keragaman, dan berbagai macam budaya (multikultural) yang ada dalam kehidupan masyarakat menyangkut nilai-nilai, sistem, budaya, kebiasaan, dan politik yang mereka anut.
Kata Multikultural memiliki arti sebagai kebudayaan. Secara epistimologis, multikultural dibentuk dari kata multi (banyak), kultur (budaya), dan isme (aliran/paham).
Secara hakiki, dalam kata itu terkandung pengakuan akan martabat manusia yang hidup dalam komunitasnya dengan kebudayaannya masing-masing yang unik. Dengan demikian, setiap individu merasa dihargai sekaligus merasa bertanggung jawab untuk hidup bersama komunitasnya.
Pengingkaran suatu masyarakat terhadap kebutuhan untuk diakui merupakan akar dari segala ketimpangan dalam berbagai bidang kehidupan. Pengertian kebudayaan di antara para ahli harus dipersamakan atau setidak-tidaknya, tidak dipertentangkan antara konsep yang dipunyai oleh seorang ahli dengan konsep yang dipunyai oleh ahli lainnya.
Karena mulitkulturalisme itu adalah sebuah ideologi dan sebuah alat atau wahana untuk meningkatkan derajat manusia dan kemanusiannya, maka konsep kebuayaan harus dilihat dalam perspektif fungsinya bagi kehidupan manusia.
Parsudi Suparlan melihat bahwa dalam perspektif tersebut, kebudayaan adalah sebagai pedoman bagi kehidupan manusia. Yang juga harus diperhatikan bersama menyangkut kesamaan pendapat dan pemahaman adalah bagaimana kebudayaan itu bekerja melalui pranata-pranata sosial.
Sebagai sebuah idea atau ideologi, multikulturalisme terserap ke dalam berbagai interaksi yang ada dalam berbagai struktur kegiatan kehidupan manusia yang tercakup dalam kehidupan sosial, kehdupan ekonomi dan bisnis, kehidupan politik, dan berbagai kehidupan lainnya di dalam masyarakat yangbersangkutan.
Multikulturalisme telah merupakan wacana bagi para akademisi maupun praktisi dalam berbagai bidang kehidpan di Indonesia dewasa ini. Demikian pula telah muncul pendapat mengenai cara-cara pemecahan konflik horizontal yang nyaris memecahkan bangsa indonesia dewasa ini dari sudut kebudayaan dan bukan melalui cara-cara kekerasan ataupun cara-cara lain yang tidak sesuai dengan kondisi bangsa Indonesia yang beragam.
Dalam kaitannya dengan masalah mltikulturalisme, Madar Hilmy berpandangan, bahwa bagi bangsa Indonesia, adanya keragaman budaya merupakan kenyataan sosial

                                                            1
yang sudah niscaya. Meski demikian, hal itu tidak secara otomatis diiringi penerimaan yang positif pula. Bahkan, banyak fakta yang justru menunjukkan fenomena yang sebalinya.
Keragaman budaya telah memberi sumbangan terbesar bagimunculnya ketegangan dan konflik. Sehinggga, tak pelak modal sosial (social capital) itu justru menjadi kontra produktif bagi penciptaan tatanan kehidupan berbangsa yang damai, harmoni dan toleran.
Untuk itu, diperlukan upaya untuk menumbuh kembangkan kesadaran multikulturalisme agar potensi positif yang terkandung dalam keragaman tersebut dapat
teraktualisasi secara benar dan tepat. Pendidikan merupakan wahana yang paling tepat untuk membangun kesadaran multikulturalisme dimaksud. Karena, dalam tataran ideal,pendidikan seharusnya bisa berperan sebagai “juru bicara” bagi terciptanya fundamen kehidupan multikultural yang terbebas dari kooptasi negara.
Hal itu dapat berlangsung apabila ada perubahan paradigma dalam pendidikan, yakni dimulai dari penyeragaman menuju identitas tunggal, lalu ke arah pengakuan dan penghargaan keragaman identitas dalam kerangka penciptaan harmonisasi kehidupan.
Sebenarnya Indonesia memiliki track record yang tidak terlalu jelek dalam pengelolaan keanekaragaman sosial budaya. Sejarah kehidupan kehidupan bangsa Indonesia selalu diwarnai oleh sikap toleransi dan asimilasi. Kedatangan unsur-unsur baru dalam kehidupan masyarakat hampir tidak menemui gesekan sosial yang berarti.
Masyarakat tidak sekedar mudah beradaptasi terhadap nilai- nilai baru itu, tetapi jugaberhasil mengadopsinya dalam struktur sosial budaya mereka. Hal ini dibuktikan, misalnya, oleh kenyataan sejarah betapa masyarakat Jawa sangat mudah menggabungkan dua atau lebih sistem nilai yang berbeda yang kemudian turut membentuk dan mengolah peradaban Jawa sehingga tidaklah mengherankan bila candi Hindu dan Budha berdiri saling berdampingan, dan raja-raja Jawa disebut sebagai “Siswa Budha” sebagai wujud dari representasi dialog dua peradaban Hind Budha.
Kehidupan toleransi semacam ini telah berlangsung di Jawa selama kurang lebih satu millenium sebelum kemudian nilai-nilai Islam turut mewarnai kehidupan sosio-kultural masyarakat Jawa pada abad ke-14. Kesadaran akan adanya keberagaman budaya disebut sebagai kehidupan multikultural.
Akan tetapi tentu tidak cukup hanya sampai disitu. Bahwa suatu kemestian agar setiap kesadaran akan adanya keberagaman, mesti ditingkatkan lagi menjadi apresiasi dan  dielaborasi secara positif. Pemahaman ini yang disebut sebagai multikulturalisme.
Multikulturalisme sebagaimana dijelaskan di atas mempunyai peran yang besar dalam pembangunan bangsa. Indonesia sebagai suatu negara yang berdiri di ataskeanekaragaman kebudayaan meniscayakan pentingnya multikulturalisme dalam pembangunan bangsa.
Dengan multikulturalisme dinimaka prinsip “bhineka tunggal ika” seperti yang tercantum dalam dasar negara akan menjadi terwujud. Keanekaragaman budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia akan menjadi inspirasi dan potensi bagi pembangunan bangsa sehingga cita-cita untuk mewujudkan masyarakatIndonesia yang adil, makmur,

                                                            2
dan sejahtera sebagaimana yang tercantum dalampembukaan Undang Undang Dasar 1945 dapat tercapai.
Mengingat pentingnya pemahaman mengenai multikulturalisme dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara terutama bagi negara-negara yang mempunyai aneka ragam budaya masyarakat seperti Indonesia, maka pendidikan multikulturalisme ini perlu dikembangkan.
Melalui pendidikan multikulturalisme ini diharapkan akan dicapai suatu kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sebagaimana yang telah diamanatkan dalam undang-undang dasar.
Sebagai energi positif, multikultural dipahami sebagai rahmat,mengingat di satu sisi Tuhan telah menciptakan manusia dengan fisik and spiritual yang berbeda. Keberadaan tersebut dapat dijadikan sebagai pelengkap satu sama lain. Modal kelengkapan karakteristik tersebut seakan menjadikan kekuatan untuk meniadakan kekurangan/kelemahan manusia.
Dengan demikian, kelemahan dan kekurangan akan ditukar dengan kekuatan dan keunggulan. Untuk membangun kekuatan dan keunggulan tersebut, diperlukan upaya sistematis dan konstruktif melalui jalur yang dapat mengakomodir berbagai kebutuhan.
Hanya saja, beberapa tahun dalam hitungan sejarah,masyarakat Indonesia terlewat asyik memobilisi masyarakat. Maklum saja, mengingat pasca perjuangan melawan penjajah masyarakat dibuat serba sama, meskipun sebenarnya kompak dan bersatu tidak selamanya identik dengan kesamaan.
Kalau serba sama tetap dipertahankan, dikhawatirkan akan menghilangkan nilai alamiah yang dimiliki manusia yang memang serba berbeda. Serba berbeda memang tidak selamanya menghadapi perilaku yang serba beda pula. Hal yang menjadi pangkal tolak tersebut adalah bagaimana dengan keberbedaan tersebut dapat dijunjung tinggi oleh masing-masing, sehingga tidak lagi keberbedaan menjadi bara api antar kelompok masyarakat.

1.2  Praktek Multikulturalisme Di Lingkungan Sekitar

Contoh multukulturalisme di lingkungan sekitar saya adalah pernikahan dengan berbeda kebudayaan yang ada di dalam keluarga saya yaitu bibi saya. Bibi saya menikah dengan seorang pria budaya batak.
Bibi saya memiliki etnis chinese sehingga di dalam pernikahan bibi saya ini ada percampuran kebudayaan yang sangat kental karena memang adanya kebudayaan yang berbeda di dalamnya.
Pernikahannya pun terdapat 2 acara yang merupakan kebudayaan dari kedua belah pihak sehingga menjadi kebudayaan yang sedikit baru dan mungkin banyak juga pernikahan yang memiliki kebudayaan yang berbeda sehingga dapat memperkaya kebudayaan di Indonesia.
Yang membuat kita semakin meningkatkan sikap menghargai keberagaman yang ada di Indonesia dan semakin bangga dengan negara kita ini.

                                                                  3
1.3  Hambatan-hambatan Multikulturalisme

Masyarakat indonesia dan kompleks kebudayaannya masing-masing plural  (jamak ) dan  heterogen (anekaragam). Pluralitas sebagai kontradiksi dari singularitas mengindikasikan adanya suatu situasi yang terdiri dari kejamakan, yaitu dijumpainya berbagai sub kelompok masyarakat yang tidak bisa di  satu kelompokkan satu dengan yang lainnya, demikian pula dengan kebudayaan mereka, sementara heterogenitas  merupakan kontraposisi dari homogenitas mengindikasi  suatu kualitas dari keadaan yang menyimpan ketidak samaan dalam unsur-unsurnya.
Hambatan-hambatan yang potensial  dimiliki oleh suatu masyarakat yang plural dan heterogen juga dapat ditentukan dalam banyak aspek lainnya yaitu, struktur sosial yang berbeda akan  menghasilkan pola dan proses pembuatan keputusan sosial yang berbeda,  pluralitas dan heterogentitas seperti diuraikan di atas  juga tanpa memperoleh tantangan yang sama kerasnya dengan tantangan terhadap upaya untuk mempersatukannya melalui konsep negara kesatuan  yang mengimplikasikan bahwa penyelenggaraan pemerintahan dilakukan secara sentralistik.
Masyarakat Indonesia yang majemuk yang terdiri dari berbagai budaya, karena adanya berbagai kegiatan dan pranata khusus dimana setiap kultur merupakan sumber nilai yang memungkinkan  terpeliharanya kondisi kemapanan dalam kehidupan masyarakatta pendukungnya, setiap masyarakat pendukung kebudayaan (culture bearers) cenderung menjadikan kebudayaannya sebagai kerangka acuan  bagi perikehidupannya yang sekaligus untuk mengukuhkan jati diri  sebagai kebersamaan yang berciri khas (Fuad Hassan, 1998). 
Sehingga perbedaan antar  kebudayaan, justru bermanfaat dalam mempertahankan dasar identitas diri dan integrasi sosial masyarakat tersebut. Pluralisme masyarakat dalam tatanan sosial agama, dan suku bangsa telah ada sejak jaman nenek moyang, kebhinekaan budaya yang dapat hidup berdampingan secara damai  merupakan kekayaan yang tak ternilai dalam khasanah  budaya nasional karena diunggulkannya suatu nilai oleh seseorang atau sekelompok masyarakat, bukan berarti tidak dihiraukannya nilai-nilai lainnya melainkan kurang dijadikannya sebagai acuan  dalam bersikap dan berperilaku dibandingkan dengan nilai yang diunggulkannya.
Sehingga permasalahan multikultural justru merupakan suatu keindahan bila indentitas  masing-masing budaya dapat bermakna dan diagungkan oleh masyarakat pendukungnya serta dapat  dihormati oleh kelompok masyarakat yang lain, bukan untuk kebanggan dan sifat egoisme kelompok apalagi bila diwarnai oleh kepentingan-kepentingan politik tertentu misalnya  digunakanya symbol-simbol budaya jawa yang “salah kaprah”  untuk membangun  struktur dan budaya politik yang sentralistik.
Masalah yang biasanya dihadapi oleh masyarakat majemuk adalah  adanya persentuhan dan  saling hubungan antara kebudayaan suku bangsa dengan kebudayaan umum lokal, dan  dengan kebudayaan nasional. Diantara hubungan-hubungan ini  yang paling kritis  adalah hubungan antara kebudayaan suku bangsa dan umum lokal di satu pihak dan kebudayaan nasional di pihak lain. 

                                                            4
Pemaksaan untuk merubah tata nilai atau upaya penyeragaman budaya seringkali dapat memperkuat penolakan dari budaya-budaya daerah, atau yang lebih parah bila upaya mempertahankan tersebut,  justru disertai dengan semakin menguatnya
Etnosentrime secara formal didefinisikan sebagai pandangan bahwa kelompok sendiri adalah pusat segalanya dan kelompok lain akan selalu dibandingkan dan dinilai sesuai dengan standar kelmok sendiri.  Etnosentrisme membuat kebudayaan diri sebagai patokan dalam mengukur baik buruknya, atau tinggi rendahnya dan benar atau ganjilnya kebudayaan lain  dalam proporsi kemiripannya dengan kebudayaan sendiri, adanya.
      Kesetiakawanan yang kuat dan tanpa kritik pada kelompok etnis atau bangsa sendiri disertai dengan prasangka terhadap kelompok etnis dan bangsa yang lain.   Orang-orang yang berkepribadian etnosentris cenderung berasal dari kelompok masyarakat yang mempunyai banyak keterbatasan baik dalam pengetahuan, pengalaman,  maupun komunikasi, sehingga sangat mudah terprofokasi. Perlu pula dipahami bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia masih berada pada berbagai keterbatasan tersebut.
Dalam masyarakat selalu bekerja dua macam kekuatan yaitu kekuatan yang ingin menerima perubahan dan kekuatan yang menolek adanya perubahan. Meskipun selalu  terdapat dua kekuatan, namun sejarah memperlihatkan  bahwa kaum konserfatif cepat atau lambat akan terdesak untuk memberi tempat pada adanya perobahan. Proses itu  seringkali tidak berjalan secara linier, tapi berjalan maju mundur. Konflik antara kaum progresif dengan kaum konserfative maupun konflik diantara kaum progresif itu sendiri.
Dalam “masyarakat yang sudah selesai”  konflik itu sudah ditempatkan dalam   suatu mekanisme yang biasanya merupakan tatanan sosial politik yang sudah dirasionalisasikan sehingga konflik itu didorong untuk diselesaikan secara argumentatif. Sebaliknya pada masyarakat berkembang (masyarakat yang belum selesai) konflik itu biasanya berlangsung “secara liar” karena para pelakunya masih sama-sama mencari mekanisme untuk menyelesaikan/ mengatasi  perbedaan-perbedaan di antara mereka secara rasional, susahnya dalam  bersama-sama mencari mekanisme itu  masing-masing kekutan progresif itu juga berusaha  untuk mencari kekuatan yang dominan, untuk mencari dan menentukan bentuk mekanisme penyelesaian, kadang-kadang bentuk mekanisme itu bisa diusahakan  serasional mungkin tetapi bisa saja terjadi bahwa usaha-usaha itu  dipadu dengan pemaksaan fisik. 

1.4  Sikap yang Diperlukan Untuk Mendukung Multikulturalisme
            a. Pengakuan terhadap berbagai perbedaan dan kompleksitas kehidupan dalam masyarakat.
b. Perlakuan yang sama terhadap berbagai komunitas dan budaya, baik yang mayoritas maupun minoritas.
c. Kesederajatan kedudukan dalam berbagai keanekaragaman dan perbedaan, baik secara individu ataupun kelompok serta budaya.
                                                            5
d. Penghargaan yang tinggi terhadap hak-hak asasi manusia dan saling menghormati dalam perbedaan.
e. Unsur kebersamaan, kerja sama, dan hidup berdampingan secara damai dalam perbedaan.
f. Mengamalkan sikap-sikap yang ada dalam Pancasila dan UUD 1995.




































                                                            6
Daftar Pustaka


















8